Tampilkan postingan dengan label My Heart Feeling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Heart Feeling. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Aku wanita egois..



Aku wanita Egois,
Aku egois, karena aku ingin cintamu hanya untuku,
Aku egois, karena aku ingin perhatianmu seutuhnya untukku,
Aku egois, karena aku tidak ingin ada wanita lain yang mencintaimu seperti aku mencintaimu,
Aku egois,  karena aku tidak ingin kehilangan dirimu,
Aku egois, karena rasa cinta yang ada di dalam diriku,

Terkadang sulit untuk menyembunyikan semua ini,
Apakah perasaan ini? rasa yang telah menutup mata serta logika?
Rasa yang dulu tidak pernah ada,
Kini menjadi nyata setelah engkau ada,

Rasa cinta yang bergejolak dalam dada,
Kini telah bersemi dalam jiwa.
Terkadang mulut ini terkunci tanpa kata,
Bila ada didepanmu diriku tidak mampu berkata kata,
Hanya tulisan dijiwa yang mampu mencurahkan,
Ketika semua tulisan ini tertumpahkan.


Add caption

Aku cemburu, ketika tahu ada yang menyukaimu,
Aku cemburu, ketika mereka mendekatimu,
Aku cemburu, ketika kau berlaku baik pada mereka yang menyukaimu,
Aku cemburu, karena diriku hanya ingin seutuhnya memilikimu,
Aku cemburu, karena ego yang ada dalam diriku,
Aku cemburu, karena diriku sangat menyayangimu.

Jangan pernah mengingkari ketulusan cintaku,
Jangan pernah kau tinggalkan diriku,
Aku hanya ingin engkau tahu,
Tidak ada yang mencintaimu seperti aku,
Tidak ada yang menyanjungmu seperti aku,
Diriku hanya ingin menjadi bagian tulang rusukmu,
Yang selalu bersamamu, dalam keadaan apapun itu,
Karena aku mencintaimu, dan biarkanlah diriku seperti itu.

Selasa, 03 Juli 2012

Duhai sang waktu


Langkahku berpijak diantara hentakan menit,
Setiap pijakan detik,
Bergulir menapaki dinginnya sang waktu,
Terus berjalan menyusuri hari,
Tanpa pernah pulang kembali,

Duhai sang waktu,
Pernahkah kau menyadari,
Betapa banyak orang yg tersakiti,
Menyalahkan dirimu,
Karena kau terus berjalan maju,
Walaupun tidak tahu arah kemana pergi,
Mereka sebenarnya ingin kembali,
Dimasa mereka berjaya,
Sebelum akhirnya rapuh dan menyesal,
Atas segala yang pernah dilakukan.

Lalu, mengapa diriku takut menghadapimu?
Masa depan yang akan kujelang di depan kedua mataku,
Ataukah karena hari esok adalah misteri?
Yang tidak pernah seorang diripun mengetahui?
Bolehkah diriku mengetahui?
Apa yang akan terjadi pada diriku nanti?




Oh sang waktu, bimbinglah langkahku,
Agar selalu berjalan lurus dalam cahaya ilahi,
Agar diri ini tidak pernah menyesal di kemudian hari. 


Sabtu, 12 Mei 2012

Kuatkah aku?


Ketika badai itu datang,
Diriku harus sekuat batu karang,
Yang kokoh berdiri tegak,
Meski dihadang gelombang pasang,

Ketika prahara itu datang,
Diriku harus terus menghadang,
Walau masalah menerjang,
Diriku harus menjadi batu karang,




Ya Rabb, bila rasa sakit ini penggugur setiap dosaku,
Biarkanlah semuanya datang kepadaku,
Karena diriku tahu, Engkau masih menyayangiku,
Sehingga engkau berikan rasa sakit ini,
Hanya untukku..

Ya Rabb, biarkanlah diriku tetap tersenyum,
Walaupun sakit mengiringi setiap langkahku,
Kau tahu aku sanggup, menjalani semua ujianmu,
Aku hanya ingin merengkuh cintaMu,
Cinta abadi tulus dan suci,
Karena cintaMu tidak pernah menyakiti,
Selalu mengerti, apa yang ada di dalam diri,
Tanpa pernah meminta, tiada memaksa,
Kau selalu ada..


Senin, 07 Mei 2012

Inilah AKU..!!!



Pernahkah kau berfikir tentang diriku?
Pernahkah kau merasakan perasaanku?
Tahukah kau tentang hatiku?
Walaupun tak pernah tampak di depan kelopak matamu?

Apakah kau merasakan bagaimana menjadi diriku?
Berjalan beriringan dengan pahitnya masa lalu, yang tidak pernah kutahu,
Dibesarkan dengan kerapuhan, dikelilingi kepahitan,
Pribadi yang menyedihkan, ITULAH AKU..!!!




Banyak sudah penderitaan yang kulalui,
Aku hanya ingin kebahagiaan,
Sederhanakah permintaan itu bagiku?
Aku ingin mendapatkan apa yang orang lain rasakan,
Sulitkah keinginan itu terwujud untukku?

Pernahkah terfikir olehmu tentang semua itu?
Tentang sulitnya menjadi diriku,
Maka janganlah pernah kau sakiti aku,
Menyakitiku, sama dengan kau menyakiti dirimu,


Rabu, 25 April 2012

Ini bukan aku..


Ini buka aku, bukan kehidupanku,
Aku tidak inginkan ini, apalagi hal itu,
Kenapa terus memaksa aku?
Di saat aku tidak tahu,
Saat diriku tidak mau,

Kenapa aku seperti ini,,?
Ini bukan aku,
Aku tahu diriku,
Mengapa kini begini?
Mengapa terjebak sendiri?
Aku inginkan pergi,
Tetapi aku tidak ingin mati,


Dimana diriku,,?
Apakah terjebak dalam dimensi ruang dan waktu,,?
Dapatkah kembali kemasa lalu,,?
Walaupun hanya semenit lalu sedetik berlalu,,?

Sedihku ini seakan tak berarti,
Adakah yang mau menemani?
Atau hanya sekerdar berbagi?

Sang takdir, adakah engkau di sana?
 Seperti apa wujudmu?
Pernahkah kau memikirkan aku?
Tentang perasaan diriku?
Yang tidak ingin berjalan sesuai kehendakmu,

Seringkah engkau mendengar pecah tangisku?
Walaupun engkau telah tahu,
Apa yang akan terjadi padaku,

Bagaimana kehidupanku?
Bagaimana dengan AKU?
Akankah aku terus seperti ini?
Berjalan diatas kehidupan yang tidak pasti?

Sabtu, 07 April 2012

Surat untuk ayah dari goresan hati sang gadis kecil ( Inspired by true story )







Teruntuk kau yang berada di sana,
Yang berada jauh disana,
Yang tidak tahu berada di mana,
Yang entah dimana rimbanya,
Yang kini entah dimana,

Pernahkah kau berfikir tentang diriku?
Walaupun sedikit dan sesaat berlalu,
Apakah disana kau merindukan diriku?
Walaupun tidak tahu rupa serta wajahku?

Apakah ayah sebutan untuk dirimu?
Yang pergi meninggalkan jauh diriku?
Yang kini merasa sepi, merasa sendiri,
Rasanya ingin sejenak menepi,
Dari segala permasalahan duniawi,
Yang kini tengah dihadapi,

Wahai engkau yang berada disana,
Ingatkah engkau akan diriku?
Gadis kecil yang engkau abaikan dulu,
Gadis kecil polos lugu,
Yang tidak pernah tahu akan sosok dirimu,

Haruskah aku mencari dirimu?
Yang tidak pernah tahu bagaimana wajahmu,
Walaupun kini ada pengganti dirimu disamping ibu,
Tapi, bolehkah aku tahu tentangmu?
Walau hanya sekilas lalu pergi berlalu.

Biarlah waktu yang menjawab,
Semua angan tentang dirimu,
Mungkin akan kutemukan siapa dirimu,
Seiring berjalannya sang waktu,,



Kamis, 02 Februari 2012

Ya Rabb, Mengapa mereka..?


Ya Rabb, aku memang tidak sempurna,
Aku manusia yang penuh kesalahan,
Tetapi , tidak seperti apa yang mereka katakan..!
Ya Rabb, bolehkah aku marah..?
Dengan keadaan dan keputusan yang pernah salah..?

Ya Rabb, bila bergunjing sama dengan memakan bangkai,
Lalu, mengapa masih mereka lakukan..?
Ya Rabb, bila fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan,
Lalu, mengapa masih mereka kerjakan..?

Aku hanya manusia biasa, yang tidak luput dari dosa,
Diriku tidak punya daya dan upaya, hanya mahluk yang tidak berdaya, Jauh dari sempurna.


Engkau yang maha benar Ya Rabb,
Bukakanlah hati mereka,
Agar mereka bisa menentukan,
Apa yang sebenarnya dan siapa yang membesar besarkan,
Ampunilah dosa mereka,
Ampunilah dosa ku di masa lalu,
Tunjukanlah aku selalu cahayaMu,
Tidak ada yang bisa kulakukan untuk merubah keadaan,
Biarkan engkau yang membalas apa yang telah ia lakukan,

Tidak pernah diriku menyesali apa yang pernah terjadi,
Karena semua adalah kehendakMu,
Tuntunlah jalanku menuju cahayaMu

Rabu, 18 Januari 2012

Tomorrow Still Mystery ( Esok masih misteri English Version )


Tomorrow is a mystery
Today we are standing,
No one we know what will happend tomorrow,
Laughter and happy right now,
Maybe crying another day,
Health today, ill haunted,
Tomorrow, still a mystery,
No one knows,

Are we aware?
We are play in the divinity puzzles,
That we do not know the end,
Believe, every difficulty there must be easy,
Behind the tears, happiness there,
Behind the problem, here is a way out.

Then why make a everything so uneasy?
Humans are completely wrong,
And in life there are always problems,
Because it's part of life,
Which will mature,
Every self-beings,

Kamis, 12 Januari 2012

Esok masih misteri


Hari ini kita berdiri, tanpa kita ketahui apa yang akan kita ketahui esok hari,
Tertawa bahagia saat ini, mungkin menangis lain hari,
Sehat hari ini, sakit menghantui,
Esok, masih menjadi misteri, Tanpa manusia mengetahui,
Apakah kita menyadari?
Kita bermain dalam teka teki illahi,
Yang kita tidak tahu akhirnya nanti,
Percayalah, setiap kesulitan pasti ada kemudahan,
Dibalik kebahagiaan ada tangisan,
Dibalik masalah ada jalan keluar.


Lalu mengapa membuat resah?
Manusia memang serba salah,
Padahal dalam hidup selalu dirudung masalah,
Karena itu bagian dari kehidupan,
Yang akan mendewasakan,
Setiap diri insan,

Selasa, 19 Juli 2011

Petualangan Sang Angan


Anganku kembali berlari menyusuri diantara jiwa jiwa yang sepi,
Merasuk ke dalam sanubari,
hingga akhirnya berenti di pikiran sunyi,
Adakah yang akan mengisi?
Anganku kembali berlari di antara dataran hati,
Tersenyum kecut melihat sang nurani,
Dalamnya hati, tidak ada seorangpun yang mengetahui,
Ketika hati itu tersakiti, adakah yang menyadari?
akankah dapat kembali ceria seperti dulu lagi?
Tetapi jauh di dalam sanubari, akankah luka itu dapat tertutupi?
Anganku berlari menyusuri kepingan hati,
Yang dulu rapuh lalu tersakiti,
Hingga akhirnya menjadi sebuah kepingan,
Yang tidak dapat menyatu kembali,
Kecuali ia dapat kembali,
Kemasa lalu saat dirinya mengejar mimpi,
Sebelum akhirnya ia jatuh lalu rapuh,
Dan pecah menjadi sebuah potongan kacil,
Yang tidak seorangpun dapat menyusunnya kembali,
Anganku kembali berlari, tidak akan berhenti,
Sampai semuanya dapat kembali,
Seperti dulu lagi,

Rabu, 18 Mei 2011

Kenangan Masa Lalu


Ketika masa lalu muncul dalam benak,
Sehingga tidak satupun yang dapat menolak,
Kenangan itu menari nari dalam nurani,
Lalu diam diam menusuk hati,
Sehingga luka robek yang telah tertutupi,
Kini terbuka kembali,


Apa yang harus dilakukan?
Ketika semuanya telah berjalan,
Kenangan buruk itu hilang, Terbang melayang,
Dan berjalan menuju kegelapan,
Sehingga terbuang dan terlupakan,

Tetapi, kenangan buruk itu muncul kembali,
Tiba tiba berbisik di dalam sanubari,
Melintas terbang, didalam angan,
Diam menatap, tersenyum senang,
Kenapa kau kembali? Saat semuanya telah terobati?

Tidak puaskah dirimu menyakiti hatiku?
Disaat semuanya telah lalu,
Dan telah kukubur semua itu,
Dirimu kembali, diam menyimpan sejuta misteri,
Lalu hadir lagi kedalam mimpi,
Sehingga sulit untuk melupakan,
Torehan luka yang kau simpan,
Didalam diriku yang terbuang,

Jumat, 29 April 2011

Enternal Love


Love, a word that melodious, but drifted miserably,
Love, a beautiful word, but save a million restless,
Love, a sweet word, but make some hurt,
Love, a word stored in the soul, but brings heartless,

Love, when its touched your heart most deeply,
Makes you weak and not helpless,
By seduction and beauty of love,
As if you drown,
Trapped in a waver,
Between fantasy and reality,

Love, when it go away,
It seems you'll die,
Powerless to face the day,
Feel yourself become meaningless,

Love, something that is transitory,
Like a mirage of water,
Who settled in temporary,
Then go, leave the wound,
With a gaping tear,

Human love can make the grief,
But the most precious love of your God,
You will never be disappointed,
When you love your God with all of your life,

The love will never die,
The love will never hurt,
The love will always be eternal,
And, The love of the most anticipated,


Why are you still waiting for love with a mortal?
Though there is love so real,
Is that what we are looking for?
Though it is so close inside our self,
Inherent in the chest,
And closer than in intravenously,
The love will always be waiting,
For people who understand,
Will be eternity in days later.

Jumat, 01 April 2011

Why didn't you go? Why Still here?? (Mengapa tidak pergi? mengapa masih disini? English Version)


The Prince who made wound in my heart, why are you always there?
I’ve buried deep the past memory.
But why it always approach me?
I closed the piece in my past.
But why it always pictured my life?

Prince who spreader thorn in my dreams.
Why you always bother me?
You Should go away,
Along with the dreams and promises.
Who had spoken in the sweetness of the sacred word.
Has now turned into thorns.

Prince who hidden behind a dream.
Can you leave my empty fantasy?
In my minds and my hearts.
In me who feels lonely.

Why did you dispersive your love, if ultimately only make a sorrow?
Why did you give love, if ultimately only hurt?
Why do you love me, if ultimately only betrayed me?
And why do you always attending in my days?
I want it all gone, eaten by the time.
Until I find my new prince that fill my soul.

Jumat, 11 Maret 2011

Nada Kesepian


Seruling bergetar, memainkan nada nada kesepian,
mengalun merdu menusuk kalbu, lalu tenggelam dalam kesunyian,
Hinggap dalam diri yang sepi,
Berlari-lari masuk ke alam mimpi,
Dan menjanjikan surgawi,
Bagi siapapun yang mengikuti,

Sang nada menghipnotis,
Bagi hati hati yang terkikis,
Oleh sucinya cinta yang berujung duka,
Oleh indahnya duka yang membawa lara,

Kemanakah berakhirnya sang nada?
Apakah ia akan terus ada?
Menemani hati yang terluka,
Dan membawanya ke ambang duka,

Selasa, 11 Januari 2011

Gerbang Sepi



Tersesat jiwaku dalam kegundahan, yang menuntunku menuju istana kegelapan, tanpa cahaya mentari, terjauh dari keindahan surgawi. Rantai rantai yang haus akan kebahagiaan begitu kuat, mengikat serta menyakiti jemari jemari cahaya hati, sehingga terluka dan tergores oleh kerasnya besi besi yang terkhianati..

Tertuntun aku menyusuri, berjalan melewati jurang tak bertepi, jurang jurang kesakitan, yang didalamnya terdapat api kesengsaraan, yang siap siap menerkam  jiwa jiwa yang melayang, yang terbang melewati jembatan kegelapan, jiwa itu begitu hampa, terbang seringan awan, seputih kapas dan sekaku kayu. Sehingga api api itu dengan mudah menerkam serta merampas kebebasan sang jiwa jiwa yang berterbangan..

Sampailah diriku di depan gerbang istana kegelapan, tanpa sang tentara, yang menjaga jiwa jiwa yang hampa. Tidak pernah kuduga apa yang terdapat didalamnya. Selangkah demi selangkah diriku mendekati sang gerbang yang ternanti, perangkap rasa sepi, dengan seribu pertanyaan dihati, apakah aku dapat kembali??

Kususuri setapak demi setapak jalan berduri, yang disisi nya terdapat bunga mawar merah berseri, tanpa kusadari diriku telah menepi dalam suasana sedih tak bertepi, adakah sang malaikat hati yang akan menyelamatkan diriku ini?? Yang terperangkap dalam gerbang sunyi, menunggu seseorang yang akan bertepi, menanti, digerbang sepi..


Rabu, 05 Januari 2011

Mozaik Hidupku




Mozaik hidupku berpisah antara satu dengan yang lainnya. Melayang, terbang dan menghilang. Menunggu untuk ditemukan antara satu pasang dengan pasangan lainnya. Seperti sebuah puzzel, yang menanti untuk diselesaikan, sehingga kelak menjadi suatu rangkaian yang menakjubkan..

Kutemukan separuh mozaik hidupku, mereka bersatu, merangkai sesuatu, yang tidak pernah aku tahu, apa maksud dari semua itu..  rankaian satu antara yang lainnya begitu indah, sehingga menjadi warna dalam hidupku, dan menjadi suatu pelajaran dalam jiwaku. Beberapa mozaik itu retak, tetapi kucoba memperbaikinya agar tidak rusak. Karena setiap kesalahan yang pernah kulakukan, akan kuperbaiki dimasa yang akan datang..

Akan kucari potongan-potongan dari semua mozaik hidupku itu, yang telah menjadi takdirku, dimanapun mereka berada, suatu saat kelak, mereka akan bersatu, padu, menyusun suatu makna, akan arti dibalik hidupku. Nanti, saat semua mozaik hidupku bersatu, kan kuceritakan kepada anak cucuku, betapa sulitnya mencari potongan-potongan mozaik itu..

Mozaik hidupku, tunggu aku, akan kutemukan dirimu, akan kubentuk potongan-potongan kecil darimu menjadi sebuah bagian hidupku, tunggu aku..



Sabtu, 01 Januari 2011

Melodi Hidupku



Melodi hidupku mengalun sepi bagai sebuah mimpi, menari nari dijagat galaksi. Nada nada nya berkumpul menjadi sebuah misteri, hanya tuhan yang mengerti, sampai kapan nada nada tersebut akan berhenti..

Suara - suara indah berbunyi, menghiasi setiap nada nada kehidupan yang kian berlari, mengitari waktu, berputar melewati hari, dan mengelilingi dimensi. Sepanjang desahan napas yang dihembuskan, menjadi sebuah doa dan harapan, akan suatu bekal, dalam menghadapi tantangan di masa depan..

Melodi dalam hidupku tidak akan terhenti, sampai mimpi mimpi yang kudapati, dapat diwujuti. Diriku akan menyelami kerasnya alunan duniawi, walaupun suaranya lembut bagaikan nyanyian surgawi, tapi sewaktu waktu dapat berubah menjadi kesunyian abadi..

Akan kususun nada nada kesunyian menjadi sebuah nada pengharapan, akan kebahagiaan yang kan datang, yang akan menjelang dimasa depan. Mereka akan berkumpul, menyanyikan sebuah lagu akan kesenangan dan kebahagiaan, yang tidak akan pernah mati dimakan zaman..

Kehidupan Manusia bagaikan sebuah melodi yang mengalun begitu indah dan memukau, tertoreh dalam garis tangan, senandung karya tuhan yang begitu mengagumkan..

Minggu, 26 Desember 2010

Senandung kesunyian




Kesunyian membawaku terbang melayang menuju angan-angan. Menembus dimensi cakrawala, bersama roh-roh yang mengambang diatas lautan sebelum bumi diciptakan. Jari-emarinya begitu halus menyentuhku bagaikan nyanyian surgawi yang sampai kebumi, tetapi kuku-kukunya begitu kuat mencengkramku, merobek jantungku, membawa jiwaku jauh tinggi melayang, lalu melemparkannya dan menguburnya dalam nisan keabadian.

Diriku terpukau oleh rayuan kesunyian. Sehingga diriku termakan olehnya. Lengannya begitu kuat mengikatku, memaksaku meneguk kehampaan didalam cangkir kegelapan, lalu mencampakkan diriku kedalam senandung kesedihan.

Kucoba mencari kegembiraan di dalam kesunyian. Tetapi yang ku temukan hanyalah sesosok bayangan kesakitan, dirinya begitu rapuh bagaikan daun-daun kering yang berguguran, yang siap hancur menjadi kepingan, lalu hilang dibawa angin penderitaan. Kucoba mencari kebahagiaan dalam kesunyian. Tetapi yang kutemukan hanya kehampaan yang akhirnya membawaku kedalam jurang ketiadaan.

Begitulah kesunyian merenggut kebahagiaan dari jiwa yang mulia, yang terbang bebas diangkasa, terpupuk oleh putihnya cinta, bermandikan cahaya, lalu hilang tenggelam ditelan kegelapan.

Setetes manisnya kesakitan



Hati seorang wanita tidak akan berubah seiring berputarnya waktu, bergantinya masa dan bergulirnya abad. Hati perempuan itu seperti sebuah pedang lapang yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi medan perang, bagaikan sebuah pedang yang tajam, yang dapat menghunus kedalam jiwa yang hampa, merobek isi di jiwa, dan membuangnya kedalam jurang ketiadaan. 

Dengan tangan kananmu, engkau tuntun diriku kejalan kebahagiaan, tetapi, dengan tangan kirimu kau hempaskan diriku ke jurang kesengsaraan yang mendalam. Di dalam diriku kau sematkan benih cinta dan kasih sayang. Tetapi di dalam hatiku engkau sematkan benih-benih kematian. Dengan jari-jemari mu kau balut lukaku di masa lalu, tetapi dengan tanganmu, kau ciptakan penderitaan baru dan kesakitan yang tiada berkesudahan. Dipelukmu kau sembunyikan ketenangan dan kebahagiaan, tetapi disamping itu, kau hadirkan rintangan dan ketakutan. Kau tanamkan bunga mawar yang indah didalam hatiku, tetapi kau taburkan duri duri kehampaan disekelilingnya.

Oh tuhanku, kau menciptakan setiap manusia dengan cinta, tetapi mengapa dengan cinta itu diriku merasakan kebinasaan. Ya tuhan, Dosa apa yang telah kulakukan hingga menanggung hukuman ini? Atas kejahatan seperti apakah yang telah aku lakukan sehingga diberikan balasan siksaan batin yang kekal abadi?? Engkau maha besar dan agung, sementara aku bukan apa-apa kecuali makhluk kecil ciptaanmu yang merangkak didepan singgasanamu.

Semua kata kata ini keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam, seperti asap diperapian yang menggumpal, lalu lenyap dibawa angin kesakitan.

By : Dyah (23-11-2010)