Jumat, 01 April 2011

Why didn't you go? Why Still here?? (Mengapa tidak pergi? mengapa masih disini? English Version)


The Prince who made wound in my heart, why are you always there?
I’ve buried deep the past memory.
But why it always approach me?
I closed the piece in my past.
But why it always pictured my life?

Prince who spreader thorn in my dreams.
Why you always bother me?
You Should go away,
Along with the dreams and promises.
Who had spoken in the sweetness of the sacred word.
Has now turned into thorns.

Prince who hidden behind a dream.
Can you leave my empty fantasy?
In my minds and my hearts.
In me who feels lonely.

Why did you dispersive your love, if ultimately only make a sorrow?
Why did you give love, if ultimately only hurt?
Why do you love me, if ultimately only betrayed me?
And why do you always attending in my days?
I want it all gone, eaten by the time.
Until I find my new prince that fill my soul.

Kamis, 31 Maret 2011

Sang Malaikat Kini Kembali


Sang malaikat yang dulu sempat pergi kini kembali,
Diam diam kembali mendekati,
Sang sayap sayap patah yang masih sendiri,
Tanpa pernah ada maksud tersembunyi,
Karena harapannya sungguh suci,
Hanya ingin memiliki,
Tanpa pernah menyakiti,
Sang sayap sayap patah yang indah,
Agar bisa kembali merekah,

Malaikat lain menghampiri,
Sayap sayap patah masih sendiri,
Dua malaikat sekarang menanti,
Apakah yang sayap sayap patah cari?
Masihkah ia menanti,
Sang malaikat sesungguhnya yang tidak pasti?
Yang masih ada di ambang mimpi?
Yang tidak pernah pasti,
Ataupun tidak pernah muncul di alam duniawi?
Dan selamanya hanya ada di dalam bayangan,
Sang sayap sayap patah yang bimbang,


Sayap sayap patah takut untuk membuka hati,
Pada para malaikat yang sedang mendekati,
Apakah yang sebenarnya ia takuti?
Apakah itu jatuh dan tersakiti?
Hingga tak percaya akan cinta lagi?

Minggu, 27 Maret 2011

Malaikat Berhenti Menanti


Sayap sayap patah masih sendiri,
Ketika sang malaikat sudah berhenti menanti,
Menanti sang sayap patah,
Yang tak kunjung merebah,
Hingga sang malaikat akhirnya menyerah,
Berlari pasrah,
Karena sang sayap sayap patah,

Kemana larinya sang malaikat?
Apakah mencari sayap yang mengkilat?
Yang akan ia ikat,
Di punggungnya yang memikat?


Penyesalankah yang sayap sayap patah rasakan?
Ketika datang kepadanya sebuah kepastian,
Sang sayap sayap patah masih mencari,
Seseorang yang tepat untuk disinggahi,
Walaupun ia masih di ambang mimpi,

Rabu, 16 Maret 2011

Mimpi Sang Selir Hati


Pangeran cinta pembawa luka,
Pangeran hati yang selalu menyakiti,
Pangeran tampan pembawa umpan,
Yang berupa kasih sayang dan kehangatan,
Lalu menghilang meninggalkan penderitaan,

Pageran dinanti yang selalu dihati,
Yang pernah singgah dan menyakiti,
Kenapa kau kini hadir lagi?
Didalam mimpi sang selir hati,
Hingga kini masih menghantui,

Lalu, kenapa kau selalu mewarnai,
Dalam setiap mimpi sang selir tersakiti?
Telah lama sang selir melupakan dirimu,
Tetapi bayangmu selalu ada bagaikan hantu,


Apakah ini balasan untuk sang selir cinta?
Yang tidak bisa memaafkanmu sampai akhir dunia?
Karena sakit yang kini ia derita,
Hingga belum tertutup luka dijiwa,
Karena torehan cinta sementara sang pangeran cinta,
Hingga kini terus merana,

Tidak pernah diriku mencintaimu,
Walaupun kau pernah memilihku,
Biarkan dirimu menjadi hantu,
Dalam hidupku yang penuh debu,
Mungkin semua ini azabku,
Karena tidak bisa memaafkanmu,

Minggu, 13 Maret 2011

Keraguan sayap sayap patah


Sang sayap sayap patah masih ragu.
Sang malaikat tetap menunggu,
Sang sayap sayap patah mencari hati,
Sang malaikat tetap setia menanti,

Datanglah malaikat lain kepadanya,
Menawarkan punggung nan indah pada dirinya,
Yang siap membimbingnya,
Apabila sang sayap sayap patah menempelkan dirinya,
Di punggung sang malaikat nan indah dan mewah,

Sayap sayap patah kebingungan,
Mengapa dirinya begitu di perebutkan?
Keindahankah yang dimilikinya?
Ataukah sang malaikat hanya mengambilnya untuk di permainkan?
Hingga di akhir nanti, sang sayap sayap patah merasa jatuh dan terbuang?

Derita yang kini ia rasakan,
Bukan ini yang ia inginkan,
Ia hanya ingin kebahagiaan,
Ketika ia mulai merasakan kebebasan,

Jumat, 11 Maret 2011

Nada Kesepian


Seruling bergetar, memainkan nada nada kesepian,
mengalun merdu menusuk kalbu, lalu tenggelam dalam kesunyian,
Hinggap dalam diri yang sepi,
Berlari-lari masuk ke alam mimpi,
Dan menjanjikan surgawi,
Bagi siapapun yang mengikuti,

Sang nada menghipnotis,
Bagi hati hati yang terkikis,
Oleh sucinya cinta yang berujung duka,
Oleh indahnya duka yang membawa lara,

Kemanakah berakhirnya sang nada?
Apakah ia akan terus ada?
Menemani hati yang terluka,
Dan membawanya ke ambang duka,

Minggu, 20 Februari 2011

Malaikat menanti untuk disinggahi


Sayap sayap patah menikmati kebebasannya,
Menari, melayang, bebas dan terbang, Sendiri lalu menyepi,
Di angkasa nan luas, mengelilingi galaksi,
Tanpa takut terjatuh walalupun tanpa sang pembimbing nurani,

Ketika datang kepadanya sang malaikat hati,
Yang siap untuk disinggahi,
Dari dulu ia menanti,
Sebelum sang sayap sayap patah jatuh dan tersakiti,
Ia setia menanti untuk dihampiri,

Lalu apa yang sayap sayap patah cari?
Ketika sebuah kepastian menghampiri,
Sang sayap sayap patah masih sendiri,
Kesempurnaankah yang ia cari?

Sayap sayap patah ragu, Sang malaikat tetap menunggu,
Sayap sayap patah mencari, padahal sang malaikat tetap disini,
Punggung malaikat inikah yang akan ia singgahi?
Yang akan membawanya melewati dimensi,
Membimbingnya mengelilingi hari,
Dan membantunya melupakan apa yang telah terjadi,
Sehingga sayap sayap patah kembali berseri,

Tetapi, sayap sayap patah masih ragu,
Akankah malaikat setia mengunggu?